Penuh Iman, Perarakan Arca Bunda Maria Disambut Tutur Adat dan Tarian Likurai di Lingkungan Santa Theresia Avila Manubaun

  • May 11, 2026
  • Oktovianus Gomes

KIM Kabuna – Umat Katolik Lingkungan Santa Theresia Avila Manubaun menyambut kedatangan Arca Bunda Maria dalam prosesi perarakan rohani dari Lingkungan Bautasik, Senin (11/5/2026). Prosesi berlangsung khidmat dengan perpaduan doa rosario dan budaya lokal yang ditampilkan oleh umat dari kedua lingkungan.

Setibanya di perbatasan kedua lingkungan yang ditandai dengan gapura penyambutan, rombongan umat dari Lingkungan Bautasik menyerahkan Arca Bunda Maria kepada umat Lingkungan Manubaun. Prosesi penerimaan diawali dengan tutur adat atau Hase Hawaka yang dibawakan oleh Abrao Dos Reis bersama para tokoh adat Manubaun.

Suasana haru dan sukacita semakin terasa saat bunyi tihar (kendang kecil) mulai mengiringi tarian likurai yang dibawakan oleh anak-anak dan Orang Muda Katolik (OMK) Lingkungan Manubaun. Penampilan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan ungkapan kegembiraan umat dalam menyambut Arca Bunda Maria yang akan ditakhtakan di lingkungan mereka.

Selama perjalanan menuju lokasi pentakhtaan, ratusan umat berjalan kaki sambil mendaraskan doa rosario secara bergantian. Suasana hening dan penuh doa menyelimuti seluruh rangkaian perarakan sebagai wujud iman dan devosi umat kepada Bunda Maria.

Pemandangan menarik juga terlihat di sepanjang rute perarakan. Setiap keluarga menyiapkan altar sederhana di depan rumah mereka yang dihiasi lilin menyala, salib, dan patung Bunda Maria. Saat rombongan tiba, Arca Bunda Maria dihentikan sejenak agar anggota keluarga dapat menaburkan bunga, menyampaikan intensi doa, serta memohon berkat bagi keluarga mereka.

Setibanya di lokasi tujuan, Arca Bunda Maria kemudian ditakhtakan di tempat yang telah disiapkan oleh umat Lingkungan Santa Theresia Avila Manubaun. Perarakan Arca Bunda Maria menuju lingkungan manubaun di tutup dengan berkat dari Pastor Paroki Santo Yohanes Pemandi Haliwen, Romo Herman Nurak Hane, Pr.