Kepala Desa Kabuna Ingatkan KPM Manfaatkan Bantuan untuk Kebutuhan Prioritas dan Pengembangan Usaha Tani
- Jun 10, 2026
- Oktovianus Gomes
KIM Kabuna – Kepala Desa Kabuna, Adrianus Yoseph Laka, S.TP, mengingatkan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar menggunakan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako untuk memenuhi kebutuhan penting keluarga serta mendukung kegiatan produktif, terutama di sektor pertanian.
Pesan tersebut disampaikan saat penyaluran bantuan PKH dan Sembako tahap dua kepada 292 KPM di Kantor Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Selasa (9/6/2026).
Dalam sambutannya, Adrianus menjelaskan bahwa nominal bantuan yang diterima setiap KPM berbeda-beda, mulai dari Rp600.000 hingga Rp2.800.000, sesuai dengan komponen penerima yang telah ditetapkan pemerintah.
“Nominal yang diterima tidak sama. Ada yang menerima sekitar Rp600.000 dan ada yang sampai Rp2.800.000. Perbedaan itu karena komponen penerima berbeda-beda, seperti anak sekolah, lansia, maupun kategori lainnya yang telah ditetapkan dalam program,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Kabuna hanya memfasilitasi tempat penyaluran bantuan, sementara proses pembayaran dilakukan oleh petugas Kantor Pos yang didampingi pendamping PKH sesuai data dan ketentuan yang berlaku.
“Desa hanya menyiapkan tempat. Petugas Kantor Pos datang membawa dana dan membagikannya sesuai daftar yang sudah ditetapkan. Tidak ada pengurangan maupun penambahan dari jumlah yang tertera,” ujarnya.

Kepala desa juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bantuan secara bijak mengingat kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, masyarakat yang berprofesi sebagai petani perlu terus mengelola kebun sebagai sumber penghasilan utama keluarga.
Ia mengimbau agar bantuan yang diterima tidak digunakan untuk kegiatan yang tidak produktif, melainkan untuk mendukung kebutuhan rumah tangga dan aktivitas pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga di masa mendatang.
Selain itu, Adrianus menyoroti kondisi ekonomi global yang turut memengaruhi harga kebutuhan pokok. Ia mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya nilai dolar berpotensi berdampak pada kenaikan harga barang dalam beberapa bulan ke depan, sehingga masyarakat perlu mempersiapkan diri dengan meningkatkan produktivitas.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak warga untuk berbelanja di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabuna. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh BUMDes akan kembali menjadi pendapatan desa yang nantinya digunakan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Di akhir sambutannya, Adrianus mengingatkan bahwa bantuan sosial pemerintah tidak bersifat permanen. Ia mencontohkan jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Kabuna yang terus berkurang dari sekitar 300 penerima pada masa pandemi Covid-19 menjadi hanya sembilan penerima pada tahun ini yang merupakan kelompok dengan kondisi khusus.
Karena itu, ia berharap masyarakat tidak bergantung pada bantuan sosial, melainkan terus meningkatkan kemandirian ekonomi melalui usaha dan pekerjaan yang produktif, terutama di sektor pertanian.