Orang Tua Diminta Lebih Aktif Mengawasi Anak dan Mencegah Pergaulan Negatif Remaja
- Jun 11, 2026
- KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT KABUNA
Kim Kabuna – Kepala Desa Kabuna, Adrianus Yoseph Laka, S.TP, mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan dan mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari. Imbauan tersebut disampaikan saat kegiatan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat di Desa Kabuna.
Dalam penyampaiannya, Bapak Adrianus mengungkapkan adanya laporan masyarakat terkait sejumlah anak dan remaja yang kerap berkumpul hingga dini hari di beberapa lokasi di wilayah desa. Aktivitas tersebut dinilai telah mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas pada pagi buta.
“Beberapa waktu lalu saya mendapat informasi bahwa ada anak-anak yang sering berkumpul sampai pukul 03.00 hingga 04.00 pagi di jalur menuju Wesasuit, dekat kandang ayam. Mereka mengganggu warga yang hendak mengikuti misa pagi dan para ibu yang berangkat memasak di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Karena itu, ia meminta para orang tua untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak mereka dan mengingatkan agar tidak melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat.
Selain itu, Kepala Desa juga menyoroti kebiasaan sejumlah anak muda yang sering berkumpul dan mengonsumsi minuman keras di depan kios yang berada di sekitar Haliwen. Menurutnya, aparat desa bersama unsur keamanan telah beberapa kali memberikan peringatan, namun perilaku tersebut masih ditemukan.
“Kami bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas sudah berulang kali mengingatkan. Jangan sampai nanti ada tindakan dari pihak keamanan karena perilaku yang meresahkan masyarakat,” katanya.
Bapak Adrianus menegaskan bahwa masa muda seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masa depan. Ia mencontohkan perubahan pola hidup yang terjadi di Kota Kupang, di mana banyak anak muda kini lebih fokus bekerja dan mencari penghasilan dibandingkan menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak bermanfaat.
Menurutnya, tantangan ekonomi saat ini membuat banyak generasi muda menyadari pentingnya bekerja dan mempersiapkan masa depan. Kesadaran tersebut perlu ditanamkan juga kepada para remaja di desa agar mereka terhindar dari pergaulan negatif, penyalahgunaan minuman keras, maupun tindakan yang dapat berujung pada masalah hukum.
“Bapak, Mama, sekarang ini zamannya orang bekerja. Di Kupang, yang dulu dikenal banyak anak nakal, justru sekarang kondisinya berbeda. Beberapa bulan lalu saya ke Kupang dan sempat berkeliling kota menggunakan Grab. Sopir yang mengantar saya badannya penuh tato. Saya berpikir mungkin dulu dia termasuk anak nakal. Lalu saya bertanya kepadanya, Sekarang kok sudah tidak ada lagi anak-anak nakal di Kupang? Dia menjawab, Sekarang cari uang susah. Orang lebih fokus mencari uang. Setelah bekerja seharian, pulang dalam keadaan capek lalu tidur, besoknya bekerja lagi mencari uang,” Ujarnya.
Fenomena anak dan remaja yang berkeliaran hingga dini hari tanpa pengawasan orang tua menjadi perhatian di berbagai daerah. Selain berpotensi mengganggu ketertiban umum, kebiasaan tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya kenakalan remaja, perkelahian, konsumsi minuman keras, hingga tindak kriminal lainnya.
Karena itu, keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Pengawasan yang baik, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak, serta dorongan untuk mengikuti kegiatan positif di lingkungan masyarakat dapat menjadi langkah efektif untuk mencegah munculnya perilaku menyimpang di kalangan remaja.
Pemerintah Desa Kabuna berharap seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua, dapat bersama-sama menjaga dan membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan pembangunan desa.