BERKENALAN DENGAN BAUTASIK CHILDREN SPEAKING ( SERI 1)
- Jun 14, 2025
- KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT KABUNA
Pengantar
Untuk sedikit kenal tentang Bautasuk Children Speaking (BCS), kami sedikit bertukar pikiran dengan motivatornya, bapak Yance Kun, untuk kami boleh turunkan dalam tulisan. BCS sangat berpengaruh dalam pengembangan anak-anak di Desa Kabuna, dalam kemampuan berbicara bahasa Inggris. Karena ada banyak hal yang menurut kami layak untuk kita turut mengetahuinya, maka tulisan tentang berkenalan dengan Bautasik Children Speaking akan kami muat dalam beberapa seri. Mungkin dengan demikian, hal yang terjadi di BCS dapat menjadi bahan permenungan ke depan dalam belajar bahasa Inggris.
Nama dan Tempat dan Waktu Mulai
Bautasik Children Speaking adalah nama sebuah komunitas belajar berbicara bahasa Inggris di dusun Bautasik, desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu – NTT. Nama Bautasik Children Speaking yang selanjutnya disingkat BCS, terinspirasi karena tujuh orang anak anggota awalnya, yang semuanya berasal dari dusun Bautasik. Mereka adalah Yoni, Ani, Candra, Siva, Febi, Sela, dan Viona. Sekarang anggota BCS datang dari beberapa dusun di desa Kabuna. Pernah ada yang berasal dari Atambua dan bahkan Atapupu tetapi persoalan antar jemput oleh orang tua yang menyebabkan mereka berhenti untuk melanjutkan. BCS mulai bergiat sejak September 2019. Pencetus yang sekaligus motivator BCS adalah bapak Yohanes Kun yang lebih dikenal dengan nama bapak Yance.
Kegiatan Utama dan model belajar di BCS
BCS dalam kegiatannya hanya fokus pada pengembangan kemampuan berbicara saja. Mengapa hanya berbicara saja? Alasannya akan dibicarakan dalam edisi lanjutan.
Tentu untuk dapat menggapai fokus utama, berbicara, peran pembicara sebagai sumber mendengar menjadi sangat penting. Sumber suara yang didengarkan itulah yang menjadi dasar dalam pengembangan kemampuan bicara bagi seorang anak ketika pertama kali mempelajari bahasa ibunya. Anak mampu berbicara karena keseringan mendengar apa yang dibicarakan setiap saat oleh orang-orang di sekitarnya. Ini adalah sebuah model belajar berbicara sejak jaman purba kala di seluruh dunia dan terus berlaku hingga saat ini. Model inilah yang digunakan dalam kegiatan BCS, yang bapa Yance sebut MODEL BELAJAR BAHASA IBU. Anak datang, anak dengar dan anak berbicara sesuai yang didengarkannya. Tentang model belajar bahasa ibu akan digambarkan dalam edisi berikut.
Dalam model belajar bahasa ibu, keseringan menjadi sangat penting, maka kegiatan BCS dirancang untuk terjadi sesering mungkin. Oleh karena itu kegiatan BCS dilaksanakan setiap sore dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu. Hal berikut yang patut diapresiasi khusus adalah BCS dilakukan secara gratis.
Mengapa BCS Jalan Dengan Fokus Bicara Saja?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, bapa Yance mengajak semua yang sempat membaca tulisan untuk menilai diri masing-masing, sejauh manakah kemampuan berbicara bahasa Inggris kita setelah tamat SMP dan SMA? Ketika di bangku SMP dan SMA, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib dan jam belajarnya diberi porsi banyak.
Atas dasar penelitian kita sendiri terhadap diri kita tentang hasil belajar bahasa Inggris kita maka bapa Yanca sampai pada kesimpulan ini, kenyataan menunjukkan, setelah mempelajari bahasa Inggris bertahun-tahun selama SMP dan SMA, hasilnya adalah gagal bicara. Bila ada yang bisa berbicara, itu kekecualian, padahal semua belajar.
Peran Pihak Lain Kepada BCS

BCS dalam perjalanannya, sudah sangat banyak mendapat perhatian dari pemerintah desa Kabuna dalam berbagai bentuk. BCS diberi berbagai kesempatan dalam penyambutan tamu dan MC baik di kantor desa Kabuna dan lokasi lain dalam bahasa Inggris. Pemerintah desa Kabuna juga menyumbang mikrofon yang digunakan oleh anggota BCS dalam kegiatan mendengar percakapan bahasa Inggris. Selain perhatian besar dari pemerintah desa Kabuna, BCS juga telah mendapat bantuan dari Save the Children dan Penmasata Atambua yang bernaung di bawah Komisi PSE Keuskupan Atambua dalam bentuk 100 judul buku dan sebagai sponsorship kejuaraan yang dilakukan oleh BCS.
Selain itu, BCS juga diundang oleh RRI Atambua dalam beberapa kali kegiatan talkshow.