BERKENALAN DENGAN BAUTASIK CHILDREN SPEAKING "SERI 3"
- Jun 18, 2025
- KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT KABUNA
Mengapa BCS Menggunakan Model Belajar Bahasa Ibu?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, bapak Yance perintis dan motivator BCS, memberikan uraian sebagai berikut:
Pertama, Kenyataan menunjukan bahwa tamatan SMA pada umumnya tidak dapat berbicara bahasa Inggris. Anak ketika sudah tamat SMA artinya paling tidak sudah belajar bahasa Inggris selama paling kurang enam tahun, tiga tahun di SMP dan tiga tahun lagi di SMA. Mau diterima atau tidak, tetapi demikianlah kenyataan yang ada. bila tidak setuju dengan pendapat ini, silakan tanya pada diri sendiri, bila pernah tamat SMA. Ketika belajar di tingkatan ini, perangkat mengajarnya (bahasa Inggris), sangat lengkap bahkan boleh di katakan sempurna. Ada programnya, ada kurikulumnya, ada metodenya, ada guru yang paham tentang kurikulum dan metode mengajar, tetapi hasilnya banyak gagal. Tujuan belajar sebuah bahasa asing adalah agar bisa menggunakannya sebagai alat komunikasi.
Kedua, Dalam edisi terdahulu, diuraikan bahwa Model Belajar Bahasa Ibu tidak pernah diprogramkan, tidak mempunyai kurikulum, tidak mempunyai metode pengajaran, tidak mempunyai target waktu dan capaian, tidak ada menulis dan membaca, tidak ada bahasa pengantar tetapi Model Belajar Bahasa Ibu tidak pernah gagal untuk menjadikan anak mampu berbicara bahasa ibunya. Lebih dari itu, Model Belajar Bahasa Ibu itu selalu terjadi dalam suasana menyenangkan, anak tidak pernah merasa dipaksa untuk belajar, tidak ada istilah anak pintar dan anak bodoh, tidak ada pengelompokan belajar berdasarkan perbedaan kemampuan, anak selalu merasa sangat merdeka dalam belajar, anak tiak pernah dibuat stress. Situasi senang yang terjadi membuat anak terasa secara intuitif untuk belajar tanpa anak dan orang tua sadari. Kadang orang tua sendiri kaget karena anak sudah mengucap kata-kata dan kalimat tertentu secara baik.
Model ini digunakan oleh semua orang tua dari yang tidak berpendidikan sampai dengan orang tua yang sangat tinggi tingkat pendidikannya. Model Belajar Bahasa Ibu tidak pernah mengalami perubahan dan pembaharuan susuai dengan perkebangan peradaban manusia. Model Belajar Bahasa Ibu tidak pernah dipelajari, tidak pernah ada studi banding. Model Belajar Bahasa Ibu adalah satu-satunya dan akan tetap menjadi model keberhasilan bagi seorang anak untuk dapat berbicara bahasa ibunya di seluruh dunia. Model Belajar Bahasa Ibu ini berhasil menjadikan anak mampu berbicara bahasa ibu dalam waktu yang relatif sangat singkat. Waktu capaian untuk bisa berbicara bahasa ibu berlangsung dalam waktu 1 - 3 tahun. Menurut Ma'at (2005), anak sudah lancar bebicara bahasa ibunya mulai dari 2,5 - 5 tahun. Sedangkan belajar bahasa Inggris, enam tahun (SMP dan SMA) masih belum mampu mengkomunikasikannya.

Ketiga, Tujuan utama belajar sebuah bahasa asing adalah bisa membicarakannya. Bautasik Children Speaking (BCS), berfokus pada menjadikan anak-anak Bautasik bisa berbicara bahasa Inggris. Agar anak-anak bisa berbicara, maka Model Belajar Bahasa Ibu yang dipilih untuk digunakan karena model ini yang cepat dalam memampukan anak menguasai bahasa yang ingin dipelajari. Anak dalam kegiatannya hariannya datang mendengar dan mulai berbicara.
Penggunaan Model Belajar Bahasa Ibu oleh BCS secara lebih rinci bertujuan agar:
- Agar BCS mampu berbicara atau tidak gagal dalam berbicara bahasa Inggris setelah mempelajarinya.
- Membangkitkan kebanggan dan rasa percaya diri mereka.
- Menjadi modal dasar dalam pembelajaran selanjutnya.
- Menghilangkan pengalaman traumatis belajar bahasa Inggris yang diceritakan oleh orangnya.
- Belum membebani dengan menulis dan membaca. Menulis dan membaca akan diperkenalkan di BCS, setelah mereka bisa berbahasa Inggris.

Dengan menggunakan Model Belajar Bahasa Ibu, para anggota BCS sudah dapat unjuk kemampuan dalam berbagi kegiatan misalnya dalam acara penyambutan tamu, menjadi MC, berpidato, mempromosikan obyek wisata di Kabupaten Belu dan sebagainya. Untuk mengetahui lebih Jauh tentang kegiatan-kegiatan BCS, silakan kunjungi akun Youtube Bautasik Children Speaking.
Dengan ini kami akhiri tulisan kami tentang Bautasik Children Speaking, sebuah komunitas berbicara Inggris di dusun Bautasik, Desa Kabuna, kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Bagi yang anak-anak sekitar dusun Bautasik yang ingin menggabungkan anaknya, silahkan datang ke BCS setiap sore secara gratis.
KIM OKTO-LINA