Desa Kabuna Intervensi 39 Anak Stunting Lewat Program PMT dari Dana Desa 2025

  • Nov 27, 2025
  • KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT KABUNA

Kabuna, 27 November 2025 -  Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu tercatat memiliki 51 anak stunting pada tahun 2025. Untuk menekan angka tersebut, Pemerintah Desa Kabuna melakukan intervensi melalui Anggaran Dana Desa (ADD) 2025. Namun, dari total 51 anak, hanya 39 anak yang memenuhi syarat untuk mendapatkan intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Kepala Desa Kabuna, Adrianus Yoseph Laka, menjelaskan kepada rri.co.id, Rabu (26/11/2025), bahwa 12 anak tidak dimasukkan dalam daftar penerima karena tidak memenuhi kriteria sasaran bantuan.

“Jadi yang kami memberikan intervensi untuk makan itu hanya 39 anak. Karena 12 orang itu setelah kita cek orang tuanya ASN dan juga pengusaha. Ini dikeluarkan, kami murni hanya melayani yang 39,” jelasnya.

Menurut Adrianus, tingginya angka stunting di Desa Kabuna dipengaruhi oleh besarnya jumlah penduduk serta masih banyaknya keluarga miskin. Ia memastikan bahwa ke-39 anak stunting tersebut telah mendapatkan intervensi secara penuh melalui program PMT yang bersumber dari ADD 2025.

“Untuk intervensi makanannya kami sesuaikan dengan anjuran tim gizi, tetapi untuk susu kami berikan yang terbaik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Desa Kabuna bekerja sama dengan PT Morinaga untuk penyediaan produk susu bagi anak-anak penerima PMT. Menurutnya, kerja sama ini membantu meningkatkan kualitas asupan gizi bagi anak stunting.

“Kebetulan pemerintah desa bekerja sama dengan PT Morinaga sehingga kami memberikan produk dari Morinaga dan ini cukup membantu. Untuk kegiatannya sudah selesai,” terangnya.

Manfaat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Anak Stunting

Program PMT menjadi salah satu intervensi penting dalam percepatan penurunan stunting karena memberikan manfaat langsung terhadap perbaikan status gizi anak, di antaranya:

  • Meningkatkan asupan energi dan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
  • Memperbaiki status gizi anak dengan menyediakan makanan bergizi seimbang.
  • Mendukung perkembangan otak melalui pemberian makanan kaya zat besi, omega-3, dan mikronutrien penting lainnya.
  • Mencegah risiko gizi buruk dengan memastikan anak mendapatkan asupan rutin sesuai rekomendasi ahli gizi.
  • Meningkatkan sistem imun, sehingga anak lebih tahan terhadap penyakit infeksi.
  • Membantu pemantauan pertumbuhan, karena anak yang menerima PMT biasanya terpantau rutin oleh petugas kesehatan.

Dengan intervensi melalui PMT dan dukungan kolaborasi berbagai pihak, Pemerintah Desa Kabuna berharap angka stunting dapat terus ditekan dan kualitas kesehatan anak semakin meningkat.