Kabuna Bangga! Salah Satu Dari 12 Siswa Lolos Seleksi Ke Nantong College Of Science Technology Di Negeri China Bersasal Dari Desa Kabuna

  • Sep 21, 2025
  • KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT KABUNA

KIM Kabuna _ CHRISTIAN GONZALES COSTA ALO, putera dari bapak Adrianus Yoseph Laka, S. Tp., sekarang menjabat sebagai Kepala Desa Kabuna, dan mama Maria Fatima Wilhelmina Abuk Fouk, S. Kep, Ns, M. Kep, yang akrab orang Kabuna kenal dengan panggilan Ibu Fat, menjadi satu dari 12 siswa SMA yang lolos seleksi untuk studi ke negeri China tahun 2025.

Kabuna bangga! Mengapa Kabuna bangga? Paling kurang ada dua alasan mengapa Kabuna berbangga.

Yang pertama, seorang putera dari desa Kabuna lolos seleksi untuk boleh studi di Nantong College of Science and Technology di negeri China dengan bea siswa penuh ditambah akomodasi dan uang saku bulanan. Christian Gonzales Costa Alo, putera Kabuna menjadi salah satu dari 12 siswa yang dinyatakan lolos dari NTT untuk masuk negeri China. Luar biasa!

Yang kedua, untuk bisa lolos seleksi ke negeri China, Gonza memperlancar kemampuan speakingnya di Bautasik Children Speaking (BCS) di dusun Bautasik desa Kabuna karena salah satu syarat penting bisa lolos seleksi ke China adalah kelancaran  berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dengan berhasilnya Christian Gonzales Costa Alo ke Nantong College of Science and Technology di negeri China ini,  Bautasik Children Speaking (BCS), sebagai sebuah tempat belajar berbicara bahasa Inggris ikut merasa bangga karena mampu menyiapkan anak Kabuna untuk bisa go international.

Gonza, demikian panggilan akrab orang Kabuna kepada Christian Gonzales Costa Alo, dan Christian panggilan lazim di group INTI NTT, dilahirkan pada tanggal 27 Mei 2007, sebagai putra pertama dari dua bersaudara. Adiknya Yohanes Capestrano Costa Alo, sekarang sedang belajar di Seminari St. Rafael Kupang. Gonza menjalani seluruh tingkatan pendidikannya mulai dari TK, pendidikan dasar hingga menegahnya di Sekolah Sta. Angela Atambua, milik suster-suster Ursulin.

Di dua tahun terakhirnya sebagai siswa SMA, orang di Haliwen dan di Sekolahnya lebih mengenal Gonza sebagai seorang organis, karena selalu melayani perayaan ekaristi di gereja katolik. Gonza mempunyai keterampilan dalam memainkan alat musik viol, gitar dan piano sebagai hobi utamanya. Menurut Gonza, hobi bermain musiknya sangat membantu dan menjadi pendorong utama dirinya dalam belajar. Ketika ia merasa jenuh belajar, musik menjadi penyegar dan penyemangat. Walau musik sudah menjadi bagian dari kehidupannya tetapi Gonza sendiri tidak bercita-cita untuk menjadi musisi. Di China nanti, Gonza akan belajar tentang Software Technology.

Lolosnya Gonza ke China tentu menjadi pendorong bagi para siswa lain di desa Kabuna untuk coba ikut berjuang agar dapat tembus juga ke negeri China.

Selanjutnya, kami juga mencoba memberi sedikit gambaran tentang lembaga dibalik kepergian Gonza ke China.

Dalam rangka mendukung sumberdaya manusia yang berkualitas, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT bersama agency Geovanra menyelenggarakan beasiswa penuh dengan tujuan Nantong College of Science and Technology di negeri China. Syarat utamanya, mempunyai kemampuan akademik yang cukup, tentu dibuktikan dengan rapor SMA dan kemampuan berbahasa Inggris, terutama kemampuan speaking.

Beasiswa penuh bukan hanya bebas uang kuliah tetapi ditanggung akomodasi dan uang saku. Pada bulan Oktober 2025 nanti, 12 siswa angkatan kedua, akan diberangkatkan ke Nantong. Angkatan perdana, tahun 2024, INTI NTT meloloskan 3 orang  siswa. Rencana tahun depan, INTI NTT akan berjuang untuk menambah kuota NTT menjadi minimal 20 siswa. Program studi di Nantong College adalah E-commers, Software Technology, dan Environmental Engineering.

Bagi yang berminat di tiga bidang studi di atas dan punya kemampuan speaking bahasa Inggris yang memadai, silakan persiapkan diri untuk angkatan ketiga tahun 2026, nanti.