Nofiana Hendriques Fernandes Seorang Ibu Rumah Tangga Terkenal Karena Usaha Tenun Ikat

  • Oct 08, 2025
  • Yance Kun

Nofiana Hendriques Fernandes, akrab disapa ibu Nofi, adalah seorang pengusaha UMKM asal Rt 03 Rw 01 Dusun Bautasik Desa Kabuna, yang secara khusus bergerak di bidang  usaha tenun ikat pewarnaan alami. Berkat usahanya ini, ibu Nofi sudah sangat dikenal di kalangan para pemilik usaha tenun baik pribadi dan terutama kelompok-kelompok tenun ikat di bawah naungan Dekranasda Kabupaten Belu, sebagai salah satu instruktur pewarna alami. Brand usaha ibu Nofiana Hendriques Fernandes adalah “Tenun Ikat Fatubesi Weliurai”  tergolong cukup sukses dalam perjalanannya.

 

KIM Kabuna - Ibu Nofi yang adalah seorang ibu rumah tangga, yang sejak tahun 2016 mulai merintis usaha di bidang tenun ikat pewarnaan alami. Ibu Nofi menamai usahanya: ‘Tenun Ikat Fatubesi Weliurai’. Sebagai seorang pemula, ia butuh banyak belajar, terutama yang berhubungan dengan pewarnaan yang baik, menarik dan berkualitas. Sedangkan tentang keterampilan menenun, ibu Nofi sudah sangat menguasainya secara alami dan turun temurun dari keluarganya.

Demi meningkatkan kualitas dan keindahan warna produksi kain tenun yang dihasilkan, di saat awal, ibu Nofi langsung mendapat latihan dari WARLAMI  (warna alam Indonesia) dari Jakarta pada tahun 2016, yang didatangkan oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Belu. Menurut pengakuan Mama Nofi, ia sangat bersyukur karena sejak awal merintis usahanya, beliau langsung mendapat latihan pewarnaan dari orang yang sangat ahli dan berkompeten. Setelah mendapatkan pelatihan pewarnaan dari WARLAMI tersebut, ibu Nofi terus secara pribadi memperdalam ilmunya secara langsung di tempat usahanya hingga menjadi ‘ahli’ di bidang pewarnaan alami. Berdasar keahlian yang ibu Nofi dapatkan dari WARLAMI, hasil tenun ibu Nofi mulai dikenal dan sejak tahun 2017, Dinas Perindustrian Kabupaten Belu mulai menggunakan jasa dan keahlian ibu Nofi untuk melatih berbagai kelompok tenun di Belu yang berada di bawah naungan DEKRANASDA (dewan kerajinan nasional daerah) Kabupaten Belu. Bersama ibu Nofi, Dinas Perindustrian juga merekrut ibu Oktavianan Hati dari Kelurahan Lidak, yang juga mempunyai kehlian di bidang pewarnaan alami menjadi instruktur tingkat Kabupaten. “Mulai dari tahun 2017 hingga 2019, saya bersama teman instruktur ibu Oktivana Hati, melatih 36 kelompok tenun ikat pewarnaan alam di berbagai desa dan kelurahan di Belu”, demikian kenang ibu Nofi tentang penggunaan jasanya oleh Dinas Perindustian Kabupaten Belu.

Sehubungan dengan keahlian dan jasa melatihnya, ibu Nofi mendapatkan berbagai sertifikat penghargaan dari Dinas Koperasi dan UMKM provinsi NTT, Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Dinas Perindustrian Kabupaten Belu, dan juga diundang sebagai narasumber tenun ikat pewarnaan alami oleh RRI Atambua.

Dalam menjalankan suatu usaha, keahlian dan skill patut terus dikembangkan dari waktu ke waktu. Maka pada bulan Maret 2025, disponsori oleh Bank NTT, ibu Nofi dan beberapa ibu yang sudah bertaraf instruktur, mengikuti pelatihan penyegaran di Sumba. Setelah mengikuti pelatihan penyegaran di Sumba, ibu Nofi dkk mulai melatih lagi di desa Kabuna pada September 2025, untuk 15 peserta. Kini, tim pelatih tenun ikat pewarnaan alami Kabupaten Belu telah bertambah satu dengan direkrutnya ibu Selviana Soi Lae dari desa Kabuna.

Selama menjalani usaha di bidang tenun ikat pewarnaan alami, ibu Nofi telah mengikuti beberapa kali expo di tingkat nasional dan pemeran produksi di tingkat kabupaten. Di tingkat lokal sudah berulang kali terlibat dalam kegiatan pameran produksi di lapangan umum Atambua. Di tingkat nasional, pada tahun 2017 mengikuti expo di Jakarta. “Waktu itu kami membawa 100 lembar kain dan habis terjual”, demikian kenang ibu Nofi tentang peristiwa saat itu. Lalu pada tahun 2018, mengikuti expo di Surabaya. Sudah sangat banyak hasil tenun ibu Nofi yang telah habis terjuan dalam berbagai ajang expo.

Sekarang mari kita ketahui tentang pengaturan waktu kerjanya ibu Nofi. Sebagai seorang ibu rumah tangga dan pengusaha, ibu Nofi ternyata cukup pandai mengatur waktu anatara berlaku sebagai seorang ibu rumah tangga seperti berbelanja, memasak, mengurus anak ke Sekolah dan waktu untuk proses menenun. Pada pagi hari, Ibu Nofi mulai menenun dari jam 08.00 sampai dengan jam 11.00. Siang hari mulai pukul 14.00 sampai 16.00. dan pada malam hari dari pukul 20.00 hingga 24.00. Kadang bahkan sampai pukul 01.00 bila demi memenuhi permintaan pelanggan. Selain menangani sendiri, ibu Nofi juga rutin menggunakan jasa ibu-ibu lain dalam proses menggulung benang, proses ikat, dan tenun. Jadi ibu Nofi juga sudah membuka lapangan kerja kecil-kecilan kepada orang lain di sekitarnya. Ibu Nofi secara khusus menangani perkerjaan yang berhubungan dengan pewarnaan, penyusunan pewarnaan dan sebagian penenunan. Selain itu, ibu Nofi menggunakan jasa ibu-ibu lain.

Ibu Nofi dalam usahanya ini, menghasilkan paling kurang 50 lembar kain ukuran 120 x 250 cm dalam setahun, di luar ukuran stengah dan yang lebih kecil. Kisaran harga produksi ibu Nofi mulai dari Rp. 150.000; sampai dengan Rp. 500.000; per lembar. Rincian ukuran dan harga sebagai berikut: 40 x 200 cm = Rp. 150.000/lbr; 50 x 250 cm = Rp. 200.000/lbr; 60 x 250 cm = 250.000/lbr; dan 120 x 250 cm = Rp. 500.000/lbr.

Kain tenun ikat pewarna alami produksi ibu Nofi, sangat dijamin keindahan dan kualitas pewarnaannya, cocok dengan semua jenis warna kulit. Dapat dijadikan Jas, kemija, rok, baju terusan dan berbagai jenis pakaian sesuai keinginan anda.

Yang berminat, silakan datang ke Tenun Ikat Fatubesi Weliurai.

 

(Kim Kabuna/Yance Kun)