Om Noldus, Sang “Profesor Hortikultura” dari Kabuna

  • Sep 29, 2025
  • KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT KABUNA

 

Om Noldus di kebun tomat hasil olahannya (dok. Om Noldus)

Oleh: Yance Kun

KIM Kabuna – Om Noldus, pendidikan hanya SD saja. Namun kemauan keranya  untuk maju membuatnya terus bekerja dan banyak belajar dengan mengikuti studi banding ke berbagai tempat. Itulah yang menghantarnya menjadi seorang petani ahli di bedang hortikultura. Keahliannya terbukti dengan begitu banyak orang yang telah datang berilmu padanya, mulai dari para petani, para siswa SMK jurusan pertanian hingga mahasiswa berbagai Perguruan Tinggi di daratan Timor. Karena itu, KIM Kabuna menggelarinya “Sang Profesor Hortikultura” dari Kabuna.

Sosok bernama lengkap Arnoldus Naiusu, dilahirkan di Weraihenek pada tanggal 24 September 1976. Arnoldus Naiusu setiap hari lebih dikenal dengan panggilan om Noldus.  Latarbelakang pendidikan formalnya sangat rendah. Om Noldus hanya tamat SD. Sekarang Om Noldul tinggal  di dusun Weraihenek, desa Kabuna, kecamatan Kakuluk Mesak, kabupaten Belu, bersama keluarganya. Om Noldus berprofesi sebagai petani dan khususnya sebagai petani hortikultura yang sudah ia jalani sejak tahun 2012.

Pada tahun 2008 hingga 2012, Om Noldus pernah mengadu nasib sebagai TKI di negeri Jiran Bambu, Malaysia dengan harapan bahwa ia dapat memperbaiki nasibnya. Di negeri Jiran Bambu, Om Noldus bekerja sebagai petani kelapa sawit. Selama berada di Malaysia sebagai TKI dari tahun 2008 hingga 2012 beliau sempat mentransfer 15 juta ke keluarganya di Weraihenek dan ketika pulang di tahun 2012, ia membawa 25 juta, demikian kenangnya. Itu berarti total yang ia hasilkan sebagai TKI selama 4 tahun hanya 40 juta. Ketika di tahun 2012, setelah pulang di kampung halaman, beliau memutuskan untuk tidak kemabli lagi sebagai TKI. Menurut Om Noldus, alasan yang membuatnya memutuskan untuk tidak kembali sebagai TKI adalah status kerja sebagai TKI di Malaysia dan di daerah sendiri sama yakni sebagai petani.  Hal yang membedakan adalah bertani di lahan sendiri bebas, menjadi pemimpin untuk diri sendiri, sedangkan ketika sebagai TKI, bekerja di bawah tekanan mandor, pendapatan pas-pasan, dan banyak kali diperlakukan sangat tidak adil. Tahun 2012, Om Noldus memulai bekerja sebagai petani di lahan sendiri. Om Noldus mau menjadi raja, menjadi boss di tanahnya sendiri. Ternyata kehidupan awal sebagai petani ‘boss’ sangat tidak ganmpang. Yang Om Noldus ketahui waktu itu adalah cara bertani secara tradisional. Walau hanya bermodalkan pengetahuan bertani secara tradisional, tetapi Om Noldus tidak menyerah. Om Noldus terus berkerja sebagai petani di lahan sendiri. Dari 2012 hingga 2016, Om Noldus terus bekerja sebagai petani tradisional dalam bertani hortikultura. Om Noldus terkadang pergi bertanya ke teman-teman petani yang lain untuk bisa memperbaiki dan meningkatkan pendapatannya. Ternyata kesabaran panjangnya membawa hasil baginya. Mulai tahun 2016, Om Noldus beberapa kali diikutkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Belu dalam beberapa sesi pelatihan penanaman hortikultura di Kupang, di Soe dan di Kefa. Menurut pengakuan Om Noldus, di tiga tempat latihan ini, Om Noldus memperoleh banyak ilmu bertani hortikultura. Pada tahun berikutnya, 2017, Om Noldus lagi-lagi mendapat kesempatan untuk semakin memperdalam ilmu bertani hortikultura di Purwakarta Jawa Barat. Om Noldus sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Belu yang sudah memberinya kesempatan untuk boleh mendapatkan ilmu bertani hortikultura yang lebih modern.

Dengan mengandalkan ilmu yang Om Noldus dapatkan selama beberqpa kali pelatihan dengan pengalaman penerapan di lahannya, maka pada tahun 2022, Dinas Pertanian Kabupaten Belu memberi penghargaan Petani Hortikultura Teladan kepadanya. Lalu menyususl beberapa penghargaan pun diterimakan kepada Om Noldus. Penghargaan-penghargaan lain di bidang hortikultura pun diberi kepada Om Noldus oleh PT. Panah Mas, Alishter karena sistem bertani yang terbatas menggunakan herbisida dan pestisida. Selain itu, Om Noldus pun mendapat penghargaan dari Perguruan Tinggi yang mahasiswanya datang belajar dari om Noldus.

 Berbagai penghargaan yang diberi, ditunjang dengan peran Dinas Pertanian Kabupaten Belu, nama Arnoldus Naiusu semakin dikenal di kalangan para petani, lembaga-lembaga teknis pembina para petani, SMK hingga ke perguruan tinggi yang ada di daratan Timor. Dengan dikenalnya Om Noldus oleh kalangan yang lebih luas ini, maka mulailah jasa dan keahlian Om Noldus dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

Om Noldus (tengah) bersama Kades Kabuna, dosen dan mahasiswa prakter Unimor (dok. Om Noldus)

Berikut ini adalah para pengguna jasa dan keahlian Om Noldus yang datang berguru langsung di lahannya:

  1. Para petani baik secara kelompok maupun individu dari desa Umaklaran, desa Sadi dan desa Kabuna.
  2. Dari Sekolah: para siswa SMK 2 Atambua, SMK Perbatasan Raimanuk, Snakma Lili – Kabupaten Kupang.
  3. Tingkat Perguruan Tinggi: Mahasiswa Politani Kupang, Fakultas Pertanian Undana Kupang, Fakultas Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Fakultas Pertanian Universitas Timor, Polbangtan Malang dan UNHAN Belu.
  4. Diundang sebagai guru Tamu di SMK Perbatasan Raimanuk.
  5. Narasumber tetap program pertanian pada RRI Atambua.
  6. Diwawancarai TVRI Atambua, TVRI Kupang, Indosiar, SCTV dan E-News TV dan Media cetak Pos Kupang.

Atas keahlian di bidang pertanian hortikultura yang sudah dimiliki dan dibagikan kepada sangat banyak orang mulai dari petani, anak sekolah di tingkat SMK pertanian hingga ke para mahasiswa berbagai Perguruan Tinggi, maka tidak berlebihan bila kami menggelarinya Om Noldus, “Sang Profesor Hortikulturan” dari Kabuna. Om Noldus yang hanya seorang dengan latarbelakang pendidikan formal SD, sudah mengajar dan memberi andil bagi kesarjanaan para mahasiswa yang pernah datang belajar dari Om Noldus.

Menurut pengakuan Om Noldus, dengan bekerja sebagai petani hortikultura di lahannya sendiri, pendapatan bersih petahunnya, minimal 40 juta. Dengan hasil bertanya, Om Noldus mampu membeli sebuah sepeda motor dan sebuah mobil pick up.

Bagi yang ingin mendalami keahlian di bidang pertanian hortikultara, boleh datang langsung ke lahan om Noldus di dusun Weraihenek desa Kabuna atau menghubungi nomor WA: 0813 6205 8376 guna berkonsultasi.

Semoga tulisan ini dapat menjadi inspirasi bagi yang pergi meninggalkan lahan kosong di kampung halaman untuk bertani di tempat lain bahkan negara lain.

Pick up MALAOIMOE hasil bertani Om Noldus (Dok. KIM Kabuna)