Panen Kol di Kabuna, Wakil Bupati Belu Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan

  • Jan 21, 2026
  • KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT KABUNA

Kim Kabuna – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, menghadiri dan mengikuti kegiatan panen kol bersama Kelompok Tani Mane Bala di Dusun Weliurai, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Selasa (20/01/2026). Kegiatan ini menjadi bukti dukungan nyata Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah perbatasan.

Dalam ksempatan tersebut, Wakil Bupati Belu menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan antara pemerintah dan petani.

“Ketahanan pangan itu bukan hanya kita bicara slogan, tetapi bagaimana pemerintah dan petani terus bergerak bersama dengan dukungan nyata dari pemerintah,” tegas Vicente Hornai Gonsalves.

Ia berharap keberhasilan Kelompok Tani Mane Bala dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Kabupaten Belu agar terus berproduksi secara berkelanjutan, sehingga ketahanan pangan tidak bergantung pada satu kelompok saja.

Wabup Vicente juga memaparkan kondisi petani di Desa Kabuna. Dari sekitar 1.500 kepala keluarga, sebanyak 1.000 kepala keluarga bermata pencaharian sebagai petani, namun sebagian besar tidak memiliki lahan sendiri.

“Dari data ini terlihat jelas bahwa peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mencari solusi, agar petani tetap bisa berproduksi dan meningkatkan taraf hidupnya meskipun memiliki keterbatasan lahan,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memperhatikan pengelolaan dan pembagian air agar dapat menjangkau seluruh lahan pertanian secara merata, sehingga produktivitas petani tetap terjaga.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Vincensius Kurniawan Laka, ST, menyampaikan bahwa keberhasilan panen kol ini merupakan hasil kerja bersama antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah.

 “Panen kol hari ini adalah bukti bahwa jika pendampingan dilakukan secara konsisten dan petani bekerja dengan tekun, maka hasilnya bisa sangat baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendampingi petani mulai dari perencanaan tanam, penyediaan sarana produksi, hingga pascapanen.

“Kami mendorong agar kelompok tani tidak berhenti sampai di satu kali panen saja, tetapi terus berproduksi secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan air yang baik dan pola tanam yang tepat, ketahanan pangan di Kabupaten Belu dapat terus diperkuat,” tambahnya.

Ketua Kelompok Tani Mane Bala, Arnoldus Naiusu, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan dari pemerintah daerah.

“Perhatian pemerintah kepada kami sangat luar biasa. Sejak awal merintis, kami terus didampingi, mulai dari penyediaan alat dan mesin pertanian, pupuk subsidi, hingga bibit,” ungkap Arnoldus.

Ia menjelaskan bahwa pada panen kali ini, kelompoknya berhasil memanen sekitar 3.000 kol dengan harga jual Rp8.000 per kol. Total pendapatan mencapai sekitar Rp26.000.000, dengan biaya produksi sekitar Rp2.000.000, sehingga keuntungan bersih mencapai Rp24.000.000 sekali panen.

Kegiatan panen tersebut ditutup dengan panen kol secara simbolis oleh Wakil Bupati Belu bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, para PPL, serta anggota kelompok tani, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama terkait pengembangan pertanian dan dukungan pemerintah ke depan.