PEMBAGIAN BATUAN SEMBAKO DAN PKH KEPADA 229 KPM DI DESA KABUNA
- Jul 03, 2025
- KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT KABUNA
Kabuna - Pemerintah Desa Kabuna dan Kantor Pos Atambua melaksanakan pembagian bantuan sembako dan Program Keluaraga Harapan (PKH) berupa uang tunai kepada 229 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bertempat di Aula Kantor Desa Kabuna pada Kamis, (03/07/2025).
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kabuna Bapak Adrianus Yoseph Laka, S. TP menegaskan bahwa proses pembagian bantuan dilakukan berdasarkan kategori yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, seperti bantuan untuk lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Ia menggapi adanya protes dari beberapa warga yang namanya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.
"Kami di desa tidak pernah kurangi satu nama pun. semua nama penerima datang dari pusat, dan kami hanya melaksanakan. Jadi yang menerima hari ini silakan manfaatkan dengan baik. Jangan habiskan untuk hal-hal yang tida penting," tegasnya.
Dalam kesempatan itu juga, Kepala Desa Kabuna mensosialisasikan program Koperasi Desa Merah Putih Kabuna yang menjadi arahan lansung dari Presiden. Koperasi ini nantinya akan diisi oleh masyarakat desa kabuna sendiri yang menjadi anggota, dengan iuran pokok sebesar Rp 55.000 diperlukan untuk bergabung.
"Kita sekarang desa diwajibkan untuk memilih koperasi, namanya koperasi Merah Putih. Itu yang anggotanya adalah masyarakat sendiri. Jadi, bapa mama yang mau jadi anggota koperasi Merah Putih, mau bayar. Silakan, nanti petugas datang langsung bayar Rp. 55.000, sumbangan pokoknya Rp 50.000 untuk masuk, wajib tiap bulan Rp 5.000. Koperasi Merah Putih itu, Presiden yang suruh untuk semua desa wajib harus ada. Anggotanya adalah masyarakat yang ada di desa itu sendiri," ujanya.
Selain itu, warga juga diingatkan untuk segera menyelesaikan tunggakan pembayaaran kepada PDAM, terutama bagai masayarakat yang tinggal di wilayah Wesasuit RT. 001 dan 002, serta Dusun Haliwen, Manubaun, dan Weraihenek. Pembayaran uang jaminan sebesar Rp. 150.000 juga diwajibkab bagi pelanggan baru atau yang sudah menggunakan air PDAM.
"Terus yang berikut, Bapak mama yang tinggal di RT 1 dan 2 Wesasuit, Dusun Haliwen Keseluruhan, Manubaun Keseluruhan, Weraihenek Keseluruhan, yang menikmati pelayanan air minum PDAM, Yang belum bayar, segera bayar. Ini hari, terima uang, pulang bayar, supaya jangan buat masalah baru lagi. Yang belum bayar, uang jaminan Rp 150.000, segera bayar. Kalau tidak mau bayar, kasih tau petugas untuk cabut kembali meteran. Biar kasih ke orang lain yang mau bayar," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diterima sebaiknya digunakan untuk kebutuhan penting seperti membayar listrik, air bersih dari PDAM, membeli bahan makanan, serta menunjang kebutuhan pendidikan anak-anak, bukan untuk keperluan konsumtif maupun kegiatan yang tidak bermanfaaat. Ia juga menyoroti kebiasan sebagian warga yang masih menggunakan uang bantuan untuk keperluan pesta, ada, dan bahkan berjudi, terlebih dimusim kemarau yang menyulitkan aktivitas pertanian masyarakat.
"Jadi uang yang terima uang hari ini dipakai untuk bayar Listrik, PDAM dan Sisanya untuk beli makan. Berhenti untuk pesta, acara adat, dan judi. Kita kalau pusing kemarau beginikan kebun tidak buat alasannya bilang air tidak ada, maka ujung-ujungnya uang yang kita terima dipakai untuk berjudi. Saya minta tolong uang ini dipakai untuk membayar anak sekolah," tegasnya.
Bapak Adrianus juga menginformasikan tentang program beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Belu bagi lulusan SMA untuk kuliah di Surabaya secara gratis, dan mendapatkan uang saku sebesar Rp. 1.000.000 per bulan. Ia juga menyayangkan rendahnya partisipasi peserta dari desa kabuna untuk mendaftar program beasiswa gratis tersebut.
"Terus yang berikut Bapak mama. Sekarang Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati punya program. Ada program beasiswa gratis untuk kita punya anak-anak yang tamat SMA untuk Kuliah Surabaya. Selama kuliah gratis, setiap bulan dapat uang saku Rp. 1.000.000 per bulan. Bapak mama punya anak SMA kelas 3 sekarang yang mau kuliah, silahkan datang di kantor desa. Boleh tanya persyaratan seperti apa untuk daftar. Sampai hari ini anak-anak dari Desa Kabuna baru 8 orang yang datang urus persyaratan, itupun perempuan semua. Saya tidak tahu laki-laki itu bagaimana. Kok bisa tidak ada itu? Ini gratis Bapak mama. Dari pada Bapak mama pikir pusing-pusing? Ada yang mau tanggung, kenapa tidak kasih masuk dia?," ujarnya.
Terkait bantuan ganda, ia juga menegaskan bahwa penerima PKH tidak boleh lagi menerima BLT Dana Desa, dan sebaliknya. Penerima ganda akan dicoret dari salah satu program sesuai aturan yang berlaku. Selain Itu, warga yang anaknya telah lulus P3K diimbau untuk tidak menerima bantuan agar tidak menjadi temua saat audit oleh BPK.
"Ada satu dua orang yang hadir di sini, mereka penerima Bantuann Langsung Tunai (BLT). Ini saya mau beritahu memang, Bapak Mama yang penerima BLT dan ini hari terima PKH, maka BLT berikut nama sudah tidak ada. Kami harus coret. Karena tidak boleh dobel. Terus, yang hadir di sini, yang anaknya lulus P3K, lebih baik tidak terima. Karena nanti itu temuan dia kasih kembali. Ketika dia diangkat menjadi pegawai, nanti BPK periksa dia, dia suruh kasih kembali uang yang dia terima hari ini. Kalau tidak ada anak yang lulus P3K, tidak apa-apa. Tapi kalau ada, jangan," tegasnya.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, terutama karena musim panas dan angin kecang.
Pembagian bantuan berlangsung tertib dan masyarakat di panggil satu persatu untuk menerima haknya. Pemerintah Desa Kabuna berharap bantuan ini dapat di gunakan secara tepat guna meringkankan beban ekonomi masyarakat.