Pola Asuh Buruk Jadi Faktor Utama Stunting di Desa Kabuna, Pemdes Intensifkan Edukasi Orang Tua
- Nov 27, 2025
- KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT KABUNA
Kabuna, 27 November 2025 - Pola asuh yang kurang tepat menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus stunting di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Kabuna, Adrianus Yoseph Laka, dalam wawancara bersama rri.co.id pada Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, banyak orang tua masih kurang memahami pentingnya perhatian, pendampingan, dan pemberian makanan bergizi kepada anak secara teratur.
“Kalau kami di Desa Kabuna, keluarga yang tercatat memiliki anak-anak stunting atau bergizi kurang, bapak mamanya diundang khusus ke kantor desa untuk diberi edukasi,” jelasnya.
Adrianus mengungkapkan bahwa selama ini sebagian masyarakat mengira stunting hanya disebabkan oleh minimnya makanan bergizi. Namun setelah evaluasi dan pemantauan, pemerintah desa menemukan bahwa pola asuh yang keliru lebih mendominasi.
“Dulu banyak orang berpikir bahwa kurang gizi itu karena makanan dan minumannya tidak bergizi. Tetapi setelah kami evaluasi, ternyata lebih ke pola asuh. Artinya orang tua tidak punya waktu dan tidak tahu cara mengurus anak. Kadang makanan baru diberikan saat anak menangis,” terangnya.
Ia menambahkan, kebiasaan membiarkan anak makan tidak teratur atau hanya diberi uang untuk membeli makanan di kios membuat kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi. Hal ini terlihat jelas saat penimbangan rutin, di mana banyak anak menunjukkan berat badan di bawah standar.
Pemerintah Desa Kabuna terus berupaya melakukan pencegahan dengan memberikan edukasi dalam berbagai kegiatan desa. Setiap kali masyarakat dikumpulkan, aparat desa selalu menyisipkan materi tentang pola asuh dan pentingnya pemenuhan gizi anak.
“Kami berharap setiap tahun tidak lagi masalah stunting dan kurang gizi yang terus diurus pemerintah desa maupun pemerintah daerah,” ujar Adrianus.