Program Jamban Sehat untuk 65 Rumah Tangga Resmi Diluncurkan di Desa Kabuna
- Jan 12, 2026
- Oktovianus Gomes
KIM Kabuna - Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, menjadi lokasi peluncuran program “Healthy Latrines For Frontier Poorest Households” bagi 65 rumah tangga penerima manfaat. Program yang digagas oleh Yayasan CIRMA Indonesia ini dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2025, sebagai upaya meningkatkan akses sanitasi layak bagi masyarakat kurang mampu.
Program jamban sehat ini secara resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Belu dan dihadiri Direktur Yayasan CIRMA Indonesia, Camat Kakuluk Mesak, Kepala Desa Kabuna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kepala wilayah, serta masyarakat penerima manfaat.

Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan kecil seperti kegiatan launching ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk lembaga dan organisasi yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, sanitasi merupakan salah satu indikator penting dalam melihat tingkat kemiskinan. Oleh karena itu, pembangunan jamban sehat diharapkan mampu menggeser angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan dengan peran dan cara masing-masing.
Wakil Bupati Belu menekankan pentingnya ketepatan data dalam setiap intervensi pembangunan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang lebih mengutamakan pengeluaran untuk kebutuhan adat dibandingkan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat Desa Kabuna untuk tidak menjual tanah, karena tanah merupakan aset penting dan warisan bagi anak cucu. Jika lahan pertanian terus berkurang akibat penjualan tanah, maka hal tersebut dapat berdampak langsung pada meningkatnya kemiskinan. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh putus asa dan harus terus berupaya memperbaiki kualitas hidup.

Kepala Desa Kabuna, Adrianus Yoseph Laka, S.TP, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas dukungan terhadap pembangunan sanitasi di Desa Kabuna melalui kerja sama dengan Yayasan CIRMA Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah ada beberapa program sanitasi di desa Kabuna yang bersumber dari program Sanimas dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Ia berharap dengan dukungan pemerintah daerah, Desa Kabuna ke depan dapat menjadi desa yang lebih baik dan mandiri.

Sementara itu, Direktur Yayasan CIRMA Indonesia, Jhon D. Mangu, S.Sos, mengatakan bahwa CIRMA hadir di Kabupaten Belu untuk membangun dari hal-hal kecil yang berdampak besar bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa sanitasi layak merupakan bagian penting dari kehidupan dan peradaban manusia. Dalam pelaksanaan program ini, penerima manfaat akan didampingi oleh petugas lapangan hingga pembangunan jamban selesai. Ia juga menyampaikan bahwa akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas teknis pembangunan jamban sehat.
Melalui program “Healthy Latrines For Frontier Poorest Households” ini, diharapkan masyarakat Desa Kabuna dapat memperoleh fasilitas sanitasi yang layak, meningkatkan kesehatan lingkungan, serta mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Belu.
(KIM KABUNA/OKTOVIANUS GOMES)