Musdes RKP Desa 2027, Pemdes Kabuna Prioritaskan Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat dan Perkuat Kemandirian Desa

  • Jul 16, 2026
  • Oktovianus Gomes

Kabuna – Pemerintah Desa Kabuna menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun Anggaran 2027 di Aula Kantor Desa Kabuna, Kamis (16/7/2026). Musyawarah ini menjadi forum untuk menyepakati program pembangunan desa yang menjadi prioritas pada tahun 2027 dengan menyesuaikan kondisi anggaran Dana Desa yang mengalami efisiensi.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Kakuluk Mesak, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Belu, Koordinator P3MD Kabupaten Belu, Kepala Desa Kabuna, BPD Desa Kabuna dan anggota, Pj. Kepala Desa Persiapan Fatubesi Lalori, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Kepala Wilayah, Ketua RT dan RW, Pengurus BUMDes Lentera Kabuna, PPL Kabuna, Babinsa Desa Kabuna, Babhintibmas Desa Kabuna, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.

Ketua BPD Kabuna, Jantje Taek, saat membuka kegiatan mengatakan bahwa sebelum Musdes telah dilaksanakan Pra Musyawarah Desa untuk menghimpun berbagai usulan program prioritas. Menurutnya, meskipun anggaran Dana Desa saat ini mengalami pemangkasan, program-program yang telah diprioritaskan diharapkan tetap dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Camat Kakuluk Mesak, Alsino Dos Santos Martins, menegaskan bahwa setiap program yang diusulkan harus dilaksanakan secara transparan dan didukung data sasaran yang jelas. Ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi mengharuskan pemerintah desa menetapkan skala prioritas secara tepat.

Selain itu, Camat mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong agar berbagai kegiatan yang dapat dikerjakan bersama tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen desa sehingga setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.

Sementara itu, perwakilan Dinas PMD Kabupaten Belu, Deliana Niis, S.Sos, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kabuna atas pengelolaan dan penyaluran Dana Desa yang telah berjalan dengan baik. Ia juga menyampaikan sejumlah arahan yang harus menjadi perhatian dalam penyusunan RKP Desa Tahun 2027.

Menurut Deliana, program prioritas desa harus mengutamakan penanggulangan kemiskinan ekstrem dengan memperhatikan kelompok rentan seperti lansia terlantar, janda, dan duda terlantar yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4, termasuk perlindungan melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.

Selain itu, pemerintah desa juga diminta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, mengembangkan potensi desa melalui pemanfaatan produk lokal, memastikan setiap program disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, memberikan ruang bagi keterwakilan perempuan dan pemuda dalam proses perencanaan, serta menyelaraskan seluruh usulan dengan program Pemerintah Kabupaten Belu.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Kabuna, Adrianus Yoseph Laka, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi dalam Musdes Penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2027. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan yang diberikan selama tujuh tahun masa kepemimpinannya.

Menurut Adrianus, berbagai capaian pembangunan desa dapat diraih berkat kerja sama seluruh masyarakat. Ia berharap dukungan tersebut tetap berlanjut hingga akhir masa jabatannya sehingga berbagai program yang telah direncanakan dapat diselesaikan dengan baik.

Adrianus menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat pembangunan desa. Menurutnya, Desa Kabuna memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ia mengungkapkan, Pendapatan Asli Desa (PADes) pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp43 juta. Tahun ini, PADes diperkirakan meningkat seiring berkembangnya usaha BUMDes yang mencatat pendapatan kotor harian berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp4 juta.

Saat ini, BUMDes juga mengelola berbagai potensi desa, mulai dari lahan pertanian, peternakan babi dan ayam, hingga budidaya sayuran dan buah-buahan yang hasilnya dipasarkan melalui BUMDes. Menurut Adrianus, pengembangan usaha tersebut diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mewujudkan cita-cita Desa Kabuna menjadi desa yang mandiri.