Puskesmas Haliwen Siapkan Program PMT Berbasis Pangan Lokal untuk Ibu Hamil KEK dan Balita Gizi Kurang
- Jun 24, 2026
- KOMUNITAS INFORMASI MASYARAKAT KABUNA
KIM KABUNA – UPTD Puskesmas Haliwen menggelar pertemuan persiapan Tim Pelaksana Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita bermasalah gizi, sekaligus Minilokakarya Lintas Sektor Triwulan I dan II. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Kabuna, Selasa (23/6/2026).
Pertemuan ini dihadiri oleh para camat, kepala desa, serta Ketua Tim Penggerak PKK dari wilayah kerja UPTD Puskesmas Haliwen sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung program peningkatan gizi masyarakat.

Kepala UPTD Puskesmas Haliwen, Vianey M. Bitin Bere, M.Pharm., Apt., mengatakan bahwa salah satu program prioritas yang akan dilaksanakan ke depan adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi ibu hamil KEK dan balita gizi kurang.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut diawali dengan sejumlah tahapan perencanaan, mulai dari penetapan tim pelaksana melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Puskesmas, penetapan lokasi kegiatan, distribusi dan penggabungan sasaran, penyusunan siklus menu lima hari, hingga penyusunan rencana anggaran kegiatan.
Dalam pemaparannya, Vianey menjelaskan bahwa PMT pemulihan bagi balita gizi kurang akan dilaksanakan selama 56 hari dengan pemberian makanan satu kali sehari menggunakan siklus menu lima hari. Sasaran program tersebut berjumlah 70 anak yang tersebar di Kelurahan Manumutin sebanyak 10 anak, Desa Kabuna 15 anak, Desa Umaklaran 15 anak, Desa Sadi 15 anak, dan Desa Tulakadi 15 anak.
Sementara itu, PMT pemulihan bagi ibu hamil KEK akan diberikan selama 120 hari dengan pola pemberian satu kali makan per hari menggunakan siklus menu lima hari. Program ini menyasar 20 ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Haliwen.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, sejumlah tahapan persiapan telah dirancang. Tahap pertama berupa sosialisasi kegiatan yang mencakup penyampaian rencana pelaksanaan, tujuan program, sasaran penerima manfaat, serta mekanisme pelaksanaan PMT.
Selanjutnya dilakukan pembekalan kepada seluruh sumber daya yang terlibat, meliputi penjelasan tugas dan fungsi masing-masing, prinsip pengelolaan program, mekanisme pelaksanaan, penggunaan siklus menu yang disusun oleh Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta tata cara pencatatan dan pelaporan kegiatan.
Pada tahap pelaksanaan, kegiatan meliputi pembelian bahan makanan, pengolahan bahan makanan, pendampingan kepada sasaran, pemantauan perkembangan penerima manfaat, serta edukasi gizi kepada ibu hamil dan keluarga balita.
Adapun pencatatan dan pelaporan program akan dilakukan secara berjenjang oleh kader dan petugas gizi puskesmas, baik harian, mingguan maupun bulanan, sesuai formulir yang telah ditetapkan.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah desa, program PMT berbasis pangan lokal ini diharapkan mampu menurunkan angka gizi kurang pada balita serta mencegah risiko stunting dan masalah kesehatan pada ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Haliwen.